Rabu, 31 Oktober 2012

Perahu Nabi Nuh AS Telah Ditemukan Melalui Penelitian Ilmiah

Menakjubkan: Perahu Nabi Nuh AS Telah Ditemukan Melalui Penelitian Ilmiah (revised and completed)

Umat Nabi Nuh AS yang ditenggelamkan oleh Allah SWT karena kedurhakaannya menolak seruan Nabi Nuh untuk menyembah Allah SWT seperti dikisahkan dalam Al-Qur�an, sudah ditemukan bukti kebenarannya secara ilmiah. Kisah Nuh ini terdapat tiga kitab suci: Taurat, Injil dan Al-Qur�an. Dalam Injil disebutkan
di Gunung Ararat, Al-Qur�an menyebutnya Gunung Judi, dan masyarakat setempat menamakannya Gunung Agri, semuanya merujuk pada tempat yang sama. Al-Qur�an tidak bicara detail ttg perahu Nuh, hanya menjelaskan kisah pembangkangan umatnya, ditenggelamkannya dan pelajarannya yang harus diambil. Sejak tahun 1949, sudah ditemukan lokasinya dan kemudian dilakukan penggalian oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt di Turki sejak tahun 1977.

1. Awal Penemuan

Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter). Kemudian, awal tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentara Nasional Turki menangkap sebuah benda mirip perahu di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang diduga perahu Nabi Nuh AS (The Noah�s Ark)

2. Foto-foto tahun 1999-2000

Seri pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun 1999-2000 tentang dugaan adanya perahu di Gunung Ararat yang tertutup salju.

3. Peta Lokasi Pendaratan Perahu Nabi Nuh

4. Tanah berbentuk Perahu Nabi Nuh di atas Gunung Ararat/Judi, Turki Selatan

5. Situs Perahu Nabi Nuh sebelum dibersihkan, kayu-kayunya sebagian sudah membatu

Ok sekarang kita lihat kebenarannya.

14 Hal Penting untuk Diketahui tentang Perahu Nabi Nuh!!

  1. Bentuknya adalah perahu dengan deknya berbentuk bundar/melingkar.
  2. Panjangnya seperti dinyatakan Bible adalah 515 feet atau 300 cubit Mesir [� 160 meter.
  3. Perahu ini terdampar di Timur Turki, akur dengan pernyataan Bible, �Perahu itu terdampar � di atas pegunungan Ararat� (Genesis 8:4). (Ararat adalah sebutan untuk negara kuno Urartu yang meliputi wilayah ini.
  4. Dari pengujian laboratotirum, perahu itu adalah kayu yang sudah membatu.
  5. Dari beberapa pengujian terpisah, bahannya mengandung metal yang sangat kuat dan berteknologi tinggi. Metal alumunium dan titanium ditemukan ditemukan menyatu yang dibuat tangan manusia.
  6. Bingkai timah vertikal pada sisi-sisinya menunjukkan kerangka struktur perahu yang canggih. Pola-pola yang sama pada dek horisontal dan vertikal yang memperkuat balok-balok tiang juga terlihat di atas dek perahu.
  7. Lokasi perahu itu menutupi sebuah desa kuno di ketinggian 6.500 kaki (2275 meter.
  8. .Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 meter dari perahu yang memiliki ukiran2 burung, ikan, dan orang memegang palu dengan memakai hiasan kepala yang bertuliskan �Nuh.� Pada zaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para pengunjung perahu. Sejak zaman kuno hingga sekarang, perahu tersebut telah menjadi lokasi wisata.
  9. Sekarang ini lokasi itu dijadikan Taman Nasional Perahu Nabi Nuh dan (Warisan Nasional. Pejabat setempat menyebutkan berita liputan penemuan perahu tersebut muncul dalam koran terbesar Turki pada tahun 1987.
  10. Gedung Pusat Turis dibangun oleh Pemerintah untuk mengakomodasi para turis agar mengetahui pentingnya lokasi tersebut.
  11. angkar batu besar ditemukan dekat perahu di Desa Kazan, berjarak 15 mile (24 meter) yang menggantung di bagian belakang perahu untuk mengokohkan tumpangan.
  12. Perahu terletak di atas Gunung Cesnakidag yang diartikan sebagai �Gunung Kiamat.�
  13. Dr. Salih Bayraktutan dari Universitas Ataturk menyatakan � Perahu ini adalah strukur yang dibuat manusia dan karenanya yakin ini adalah Perahu Nabi Nuh.� Artikel itu juga menyatakan, �Lokasinya di Gunung Judi yang disebut dalam Al-Qur�an sebagai tempat pendaratan bahtera.� Surat Hud ayat 44.
  14. can radar menunjukkan pola timah yang tetap di dalam formasi perahu, ada balok-balok kayu besar di dasar perahu, dinding pemisah, kandang2 binatang, sistem lorong-lorong jalan dalam perahu, pintu bagian depan, dua tong besar berukuran 14�x24�, dan sebuah pusat area terbuka untuk sirkulasi udara untuk tiga tingkat ruangan dalam perahu.

Jumat, 26 Oktober 2012

Kisah nyata Supriono - Yang Membuat Kita Sedih

kisah yang membuat hati ku perih dan menangis , tamparan untuk bangsa Indonesia terjadi di jakarta!!!! ayah mengendong mayat anaknya dari RSCM bogor karena tak mampu bayar ambulance Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta � Bogor pun geger minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn).kisah yang membuat hati ku perih dan menangis , tamparan untuk bangsa Indonesia terjadi di jakarta!!!! ayah mengendong mayat anaknya dari RSCM bogor karena tak

Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si
anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM
untuk diautopsi. Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya. Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu.

Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono
mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di
sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung. Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat
itu tiba di stasiun tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si
kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik.Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal
dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. 

Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam. Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.

Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan. Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar- benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak
lagi perduli terhadap sesama. Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya